Judul Buku : Self Healing With Qur’an
Penulis : Ummu Kalsum Iqt
Penerbit :Syalmahat Publishing
Tahun Terbit : 2022
Tempat Terbit : Semarang
ISBN : 9786235269016
Jumlah Halaman: 186
Ukuran Buku : 14X20cm
Harga Buku : 53.000 (di Gramedia saat resensi ini ditulis)
Blurb:
Betapa banyak dari kita yang mencari ketenangan selain pada Allah dan Al-Quran. Kita beriomba enumpahkan rasa galau pada manusia. Haus akan perhatiarn orang orang, hingga caper di dunia nyata atau dunia maya. Menjadikan harta, tahta, dan cinta sebagai tolak ukur bahagla.
Saat ayat-Nya dilantunkan, kita terperanjat karena seolah-olah baru pertama kali mendengarkan. Scroing medsos dan online shop terasa mampu mengusir kegalauan, daripada menjelajahi lembaran Kalam yang mulia. Al-Quran semakin asing, maka wajarlah jika kejahatan makin merajai, kegalauan semakin bertebaran di muka
bumi. Berbondong-bondong memasuki rumah terapi, rumah sakit jiwa, berlibur untuk menyegarkan pikiran, dan lain sebagainya. Nyatanya, ketenangan jiwa kita ada dalam Al-Quran.
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (A-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus:
57)
Buku ini, siap mengajak Anda untuk self healing bersama A-Quran. Menguatkan jiwa melalui kisah-kisah inspiratif, membasuh luka dengan firman-Nya, serta meng-charge iman bersama kalimat
motivasi. Selamat membaca!
Isi :
Self healing merupakan penyembuhan diri, biasanya terkait tekanan batin atau yang semacamnya. Banyak di antara kita yang memahami healing sebagai jalan-jalan atau bersenang-senang. Kesalahan arti kata seperti itu sudah sangat umum terjadi di tengah masyarakat karena banyak di antara kita yang asal ikut apa kata orang lain. Walaupun sebenarnya itu juga tidak 100% salah jika jalan-jalan tersebut bisa membuat pikiran kita menjadi lebih tenang dan bisa membuat kondisi mental kita menjadi lebih baik.
Buku ini seolah menampar kita yang sedikit-sedikit bilang healing dengan mudah di media sosial dengan memamerkan kemampuan kita untuk jalan-jalan. Sebenarnya hal itu bukannya menjadi penyembuh, tetapi justru menjadi penyakit hati, berupa sifat pamer.
Di dalam buku ini kita diajarkan bagaimana self healing yang baik, tetapi penulis juga tidak menggurui harus A atau B. Penulis hanya menceritakan kisah-kisah inspiratif yang ada di dalam Al-Qur’an dan para sahabat Rasulullah. Jadi, butuh kepekaan bagi pembaca untuk tahu di mana letak self healing yang dimaksud.
Dengan kisah-kisah yang diceritakan disertai argumen penulis, insyaallah bisa membuat kita berpikir ulang bahwa self healing itu sebenarnya mudah, dan murah tentunya. Kita tidak harus jalan-jalan ke sana kemari untuk menghabiskan uang yang belum bisa membuat diri kita menjadi lebih baik
Dari penulisan juga ringan, tidak membuat dahi mengkerut saat membacanya. Walaupun saya bilang di atas bahwa buku ini membutuhkan kepekaan pembaca. Namun, dari segi kalimat dan kata yang digunakan, cukup mudah bagi pembaca untuk mencernanya. Sebagai pembaca, yang harus kita lakukan adalah mencari di mana letak self healing yang dimaksud, dan itu menurut saya bukanlah hal yang susah.
Walaupun begitu banyak manfaat dari buku ini, bukan berarti tanpa adanya kekurangan. Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang sempurna. Oleh sebab itu, buku ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan dari buku ini yang saya tangkap adalah, masih banyaknya kesalahan dalam penulisan. Akan tetapi, kekurangan itu hanya mengurangi sedikit kualitas dari buku ini. Jika kekurangan tersebut dibandingkan dengan kelebihan dan manfaat dari buku ini, jelaslah tidak sebanding. So, tidak ada ruginya jika kalian membeli buku ini. Apalagi sekarang sedang diskon di Gramedia.

Self healing yang sangat murah meriah. 🤭
SukaSuka