Resensi Novel Muhasabah Cinta

Judul Buku : Muhasabah Cinta
Penulis : Nura
Penerbit : AE Publishing
Tahun Terbit : 2024
Tempat Terbit : Malang
QRCBN : 62-218-074-273
Jumlah Halaman: 185
Ukuran Buku : 14×20
Harga Buku : 92.999

Blurb :
Aira Medina, putri seorang kiai yang begitu tawadhu terhadap abah dan uminya, termasuk urusan jodoh.
Ia bukan dijodohkan dengan seorang gus atau pemuka agama seperti ning pada umumnya, melainkan dengan seorang prajurit abdi negara.
Bagaimana kisah cinta yang terjalin di antara yang menikah karena dijodohkan?
Badai apa saja yang harus mereka hadapi selama berlayar mengarungi bahtera rumah tangga?

Isi :
Saat membaca awal-awal novel ini aku merasa, kok gue banget ya. Hahaha. Itu tidak lain karena Adnan, selaku tokoh utama pria di dalam novel ini digambarkan sebagai seorang playboy yang suka gonta-ganti pacar. Padahal, kalau dilihat lebih dalam, Adnan hanya sedang mencari cinta sejatinya. Bahkan, ia berpegangan tangan dengan cewek saja tidak mau. Aku pun pernah di posisi itu. Wkwkwkw. Bedanya kalau Adnan di asrama militer, aku di asrama pesantren. Tidak hanya tentara yang ada playboy -nya, santri juga ada, dan akulah orangnya. Wkwkwkw.
Back to novel. Novel ini mengisahkan seorang abdi negara yang mana dia ini dikenal sebagai playboy kelas kakap. Hal itu tentu wajar, cewek mana yang bisa menolak pria gagah, tampan, dan berpangkat?
Tapi seperti yang kukatakan di atas bahwa sebenarnya Adnan alias sang tentara hanya mencari cinta sejati. Tapi ya itu, akibatnya banyak cewek yang sakit hati tanpa dia sadari.
Setelah beberapa lama, akhirnya takdir mempertemukan Adnan dengan Aira, yang merupakan seorang anak kiai, yang sangat mandiri dan cantik. Pada awalnya Adnan mengira bahwa Aira tidak jauh beda dengan cewek-cewek pada umumnya. Tapi ternyata dia salah, Aira-lah yang dia cari selama ini. Aira bisa membuat Adnan benar-benar jatuh cinta, begitu juga sebaliknya.
Di luar dugaan, Adnan dan Aira dijodohkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Lalu bagaimana?
Ah, aku tidak akan melanjutkan ceritanya. Tapi begini, novel ini menggabungkan antara cinta, pesantren, dan militer. Pengetahuan penulis tentang dunia militer cukup luas, sehingga kita yang membaca novel ini menjadi lebih tahu sedikit banyak tentang dunia militer. Selain itu, kita juga dibuat senyum-senyum sendiri dengan kisah Adnan dan Aira yang sangat romantis disertai dengan bumbu islami di dalamnya.
Alur cerita yang digunakan dalam novel ini adalah alur cepat. Ya, Adnan dan Aira tidak hanya dijodohkan, tetapi juga sudah membina rumah tangga. Awalnya aku berpikir bahwa setelah mereka menikah novel selesai, tetapi ternyata konflik utamanya justru terjadi setelah mereka menikah. Konfliknya apa? Silakan pesan bukunya.

Diterbitkan oleh Adib La Tahzan

Penulis dengan rasa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai