Nuzululqur’an

Hari ini puasa ke-16, itu artinya nanti malam nuzululqur’an. Namun, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kamu tidak bisa tadarus di masjid seperti dulu.
Kamu mulai berpikir bagaimana cara membuat nuzululqur’an tahun ini tetap berkesan.
Dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang, kamu pun dapat ide untuk melakukan panggilan video dengan teman-temanmu. Setelah kamu punya ide itu, kamu kirim pesan siaran ke teman-temanmu yang dulu merayakan nuzululqur’an bersama di masjid.

Tak terasa magrib pun tiba, kamu berbuka puasa dengan perasaan senang, karena semua temanmu menyetujui ajakanmu untuk melakukan khataman Al-Qur’an secara daring.

Setelah salat isya dan tarawih, kamu mulai ajak teman-temanmu menyusun juz yang dibaca dari masing-masing kalian.
Juz pun disepakati, target khatam jam 3 pagi.
Kamu dan tujuh temanmu yang lain pun mulai mengaji.
Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Kini sudah jam 3 pagi, Al-Qur’an pun sudah terkhatamkan dengan daring. Kamu yakin bahwa wabah ini bukan halangan untuk tetap beribadah dan menjalin tali silaturrahmi.

Diterbitkan oleh Adib La Tahzan

Penulis dengan rasa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai