Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar. Suara takbir menggema dari arah seberang jalan. Tak terasa air matamu menetes, seakan jiwamu tergunjang oleh gema takbir. Kamu teringat akan kematian yang bisa datang kapan saja.
Kamu juga sedih, karena takbir itu menandakan bahwa bulan suci Ramadan telah terlewati. Sementara itu kamu tahu kalau kamu belum tentu bisa bertemu dengan bulan Ramadan tahun depan. Tangismu tak bisa terbendung, air mata terus mengalir di pipimu.
Kamu coba beristigfar dan menarik napas untuk menenangkan hati dan pikiran. Allah yang maha baik membuatmu tenang, kamu optimis kalau akan berjumpa kembali dengan bulan Ramadan tahun depan. Kamu usap air matamu dengan senyuman manis di pipimu.