Biarkan Ku Pergi

Kirana dan Andi merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, yakni di SMA Taruna.
Mereka sama-sama berprestasi, tetapi ada ketimpangan di antara mereka. Kirana merupakan anak dari keluarga sederhana, sementara Andi berasal dari keluarga yang berada.

Setelah mereka bersekolah di SMA Taruna selama tiga tahun, kini mereka harus menanggalkan seragam putih abu-abu mereka.
Kirana sibuk mencari kerja ke sana kemari. Sementara Andi, ia memilih untuk menuruti orang tuanya yang minta Andi untuk kuliah ke luar negeri.
Andi mau kuliah ke luar negeri karena ia tahu bahwa sang kakak, Firman diam-diam menyukai Kirana. Bahkan Firman memberi pekerjaan kepada Kirana tanpa sepengetahuan Andi.
Andi tahu saat ia main ke kantor kakaknya. Betapa terkejutnya Andi saat melihat Firman merayu Kirana. Namun, Andi pura-pura tidak tahu dan mengurungkan niatnya untuk ke ruangan kakaknya. Hal itulah yang membuat Andi menerima tawaran orang tuanya untuk kuliah ke luar negeri.

Saat hari keberangkatan Andi ke luar negeri, Kirana tahu bahwa Andinya akan pergi karena Firman yang keceplosan bicara. Kirana pun memaksa Firman untuk mengantarnya ke bandara .
Sesampainya di bandara, Kirana mencari Andi ke sana kemari. Ia tidak dapat menemukan keberadaan Andi.
“Kamu jahat, Fir,” rajuk Kirana sambil memukul-mukul tubuh Firman.
Tiba-tiba ada suara dari belakang tubuh Firman. “Firman tidak jahat. Aku yang harus pergi,” tutur Andi.
Kini Kirana memeluk erat tubuh Andi, orang yang sangat ia cintai.
“Kamu mencintai aku?” tanya Andi kepada Kirana.
Kirana hanya membalas dengan anggukan dan linangan air mata.
Andi diam sejenak, lalu bilang, “Aku tidak!”
“Tidak apa?” tanya Kirana yang kebingungan.
“Aku tidak mencintaimu, Kirana!”
Setelah mendengar pernyataan Andi, Kirana menangis tersedu-sedu.
“Kamu tahu? Selama ini yang membantu keluarga kamu itu Firman, bukan aku.”
Tidak hanya Kirana yang kaget setelah mendengar penuturan Andi. Firman pun kaget, pasalnya ia tidak pernah bilang kepada Andi kalau ia membantu keluarga Kirana. Sementara Kirana sama sekali tidak tahu-menahu asal-usul bantuan yang keluarganya terima sejak setahun belakangan. Kirana mengira bahwa itu pemberian Andi. Sementara Andi? Ia tidak mengira kalau ada udang di balik batu. Andi mengira bahwa bantuan itu dari bokapnya yang memang sudah mengetahui kedekatan antara Andi dan Kirana. Oleh karena itu, Andi hanya mengangguk saat ditanya Kirana perihal bantuan itu. Namun, kini semua sudah terbongkar.
Setelah Andi melihat Firman merayu Kirana di kantor, Andi menelusuri rekam jejak kakaknya itu. Betapa terkejutnya Andi saat melihat data-data kakaknya yang ternyata sudah lama menaruh hati kepada Kirana yang tidak lain merupakan kekasihnya. Sejak saat itu, ia putuskan untuk pergi sejauh mungkin dari Kirana dan Firman. Mungkin mengikhlaskan orang yang kita cintai tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun percayalah, semua hanya butuh waktu dan proses. Dan, proses dan waktu itu harus dimulai sejak keputusan itu diambil.
“Lu kok tahu?” tanya Firman.
“Sudah waktunya gue tahu, Kak. Cintai dan jaga Kirana dengan sepenuh hati,” bisik Andi di telinga Firman.
“Sudah, jangan menangis. Nanti calon kakak iparku cantiknya berkurang.” Andi mencoba menenangkan Kirana.
Setelah itu, panggilan kepada penumpang terdengar. Andi pun pergi melambaikan tangan kepada Firman dan Kirana.
Di dalam hati, Andi sangat mencintai Kirana. Kata maaf terus ia ucapkan di dalam hatinya.

Diterbitkan oleh Adib La Tahzan

Penulis dengan rasa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai