Biarkan Ku Pergi

Kirana dan Andi merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, yakni di SMA Taruna.Mereka sama-sama berprestasi, tetapi ada ketimpangan di antara mereka. Kirana merupakan anak dari keluarga sederhana, sementara Andi berasal dari keluarga yang berada. Setelah mereka bersekolah di SMA Taruna selama tiga tahun, kini mereka harus menanggalkan seragam putihLanjutkan membaca “Biarkan Ku Pergi”

Sobri dan Somat

Kamu duduk merenung di pinggir jalan raya yang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang. Kemudian kamu beranjak dari tempat itu, kamu berjalanr kaki menuju terminal bus. Lima belas menit kemudian kamu sampai di terminal bus. Kamu naik bus dengan tulisan “Surabaya-Tuban”.Kamu duduk bersandar di kursi bus yang tak lagi empuk. Namun, tidak terasa, tiga jamLanjutkan membaca “Sobri dan Somat”

Takbir

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar. Suara takbir menggema dari arah seberang jalan. Tak terasa air matamu menetes, seakan jiwamu tergunjang oleh gema takbir. Kamu teringat akan kematian yang bisa datang kapan saja. Kamu juga sedih, karena takbir itu menandakan bahwa bulan suci Ramadan telah terlewati. Sementara itu kamu tahu kalau kamu belum tentu bisaLanjutkan membaca “Takbir”

Nuzululqur’an

Hari ini puasa ke-16, itu artinya nanti malam nuzululqur’an. Namun, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kamu tidak bisa tadarus di masjid seperti dulu.Kamu mulai berpikir bagaimana cara membuat nuzululqur’an tahun ini tetap berkesan.Dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang, kamu pun dapat ide untuk melakukan panggilan video dengan teman-temanmu. Setelah kamu punya ide itu, kamuLanjutkan membaca “Nuzululqur’an”

Semua Pergi

Hari ini aku sedih banget karena kenangan itu kembali terlintas di benakku, di mana kedua orang tuaku pergi untuk selamanya.Semua karena genangan di depan rumahku, rumah yang menjadi saksi bisu pada hari itu, hari yang kelam dalam hidupku. Waktu itu kakak yang menguatkanku.“Sudahlah, Dik. Ini sudah takdir dari sang Maha Kuasa.” Dia memelukku dengan sangatLanjutkan membaca “Semua Pergi”

Mimpi

Tidak, hampir tidak ada tempat nyaman untukku. Setiap saat hanya ada siksa dan siksa. Air mataku mengering tak tersisa. “Angkat koper ini ke dalam mobil!” perintah Mama sambil menunjuk sebuah koper besar. “Iya, Ma.” Dengan anggukan aku menjawab. Koper yang begitu besar, tentu sangatlah berat bagi anak sepuluh tahun sepertiku. Namun, Mama tidak peduli itu.Lanjutkan membaca “Mimpi”

Pak Liman

Pahlawan. Mungkin itu gelar yang pantas disandang oleh Pak Liman, seorang kakek yang setiap harinya mencari sampah di sebuah hulu sungai di desanya. Tekad dan motivasi beliau sangat besar, walau di zaman sekarang orang jarang ada yang sadar dengan kebersihan lingkungan. Namun Pak Liman tidak pernah mengeluh atau menyerah, bahkan anaknya tidak peduli dengan PakLanjutkan membaca “Pak Liman”

Jangan Salah Sangka

“Aduh! Sakit,” rengek Wina. “Hehehe Sorry gue nggak sengaja,” elak Farid sang Kakak kelas yang usil memukul Wina.“Kenapa Kakak mukul Wina? Sakit tahu, Kak!”“Habis Wina lucu kalau dipukul pantatnya.”“Ah dasar si Kakak!” Wina sambil mencubit perut Farid.“Auh! Sakit, balas dendam nih?”Sambil senyum manis Wina menjawab, “nggak, Kak. Kebetulan tadi tangan Wina lewat perut Kakak.”Wina danLanjutkan membaca “Jangan Salah Sangka”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai